Kamis, 27 Mei 2010

TiPs mErAwaT GiTaR

 Paling tidak seminggu sekali, bersihkanlah gitar Anda.
Para peneliti beranggapan bahwa saat bermain gitar, tanpa disadari manusia mengeluarkan keringat cukup banyak dari tangannya.
Ini karena kerja otak dan gerak tangan yang cukup menguras energi.
Hal ini jarang disadari para gitaris.

Lihatlah gitar Anda, apakah banyak daki di setiap permukaan yang dibatasi tiap fret-nya (fretboard).
Itu disebabkan setelah bermain, senar gitar Anda terkena keringat Anda, juga kotoran, debu, dan lain lain.
Apabila Anda tidak rajin membersihkan senar,
juga akan timbul karat di senar yang menyebabkan suara menjadi cempreng dan fals.

Senar gitar bisa dibersihkan dengan cara dilap dengan bahan kaus yang lembut.
Bila perlu dibasahi dengan cairan string cleaner (pembersih senar)
yang tersedia di toko-toko musik.
Bersihkanlah senar gitar Anda di seluruh bagian senar.

* Kendurkan Senar
Selain membersihkan senar gitar,
Anda juga perlu mengendurkan senar gitar bila tidak dipakai lama.
Ini bertujuan agar neck gitar Anda tidak melengkung.
Senar gitar yang disetel adalah tali yang ditegangkan,
dan penegangan ini akan menarik dua sisi yang menegangkan.
Pada gitar, tarikan akibat ketegangan lini bisa membengkokkan neck,
walau kemungkinannya kecil.

* Letakkan yang Benar
Meletakkan gitar yang benar adalah terlentang,
dengan bagian neck bersenar menghadap ke atas.
Biasanya, setelah memainkan gitar, orang akan meletakkan gitar berdiri,
yakni posisi ujung neck bagian atas ditempelkan di dinding atau diletakan miring di lantai. (direkomendasikan utk menggunakan guitar stand)

* Bersihkan Gitar
bersihkanlah gitar anda dengan obat pembersih gitar.
atau bisa juga dengan menggunakan wax mobil.
khusus gitar akustik cukup membersihkannya dgn o bat kayu (khusus natural)
dan gunakanlah lap yg masih baru dan bersih dan berbahan katun.

* Buatlah Kinclong
Punya gitar kinclong (mengkilap) siapa yang tidak suka.
untuk membuat gitar mengkilap, cukup dilap dengan bahan kaus,
baik bodi, neck, senar, dan seluruh bagian gitar.
Untuk bagian pick-up di bawah senar yang agak susah dibersihkan debunya, bisa menggunakan kuas cat.

* Ganti Senar
Jika senar Anda sudah berkarat, gantilah.
Jika tidak, bukan hanya tidak enak dimainkan,
tapi warna suaranya juga menjadi tidak keruan,
dan merusak fret gitar. Selain itu, jari-jari kita juga bisa sakit.
Belum lagi kalau senar itu putus dan kemudian melukai tangan kita.

Biasakan untuk mengganti senar gitar satu set sekaligus, 6 buah.
Hal ini untuk mencegah belangnya warna suara antara senar baru dan senar lama.
Jadi bila senar Anda sudah lama dan putus salah satunya, disarankan mengganti semuanya.

* Bersihkan Fretboard
Fretboard adalah tempat bersarangnya daki akibat keringat dari jari dan kotoran.
Jika dibiarkan terlalu lama, bisa manjadi kerak.
Setiap Anda mengganti senar, sekalian bersihkan fretboard-nya dengan pick gitar, lalu lap dengan bahan kaus.

* Jangan Dibanting
Jangan suka membanting gitar Anda karena akan memengaruhi suara dan bodi gitar.
Apalagi gitar merupakan alat musik yang lumayan mahal, kecuali gitar-gitaran

Rabu, 26 Mei 2010

CuRug CigamEa

Curug Cigamea berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari kawasan wisata Gunung Salak Endah. Bila anda mengunjungi kawasan wisata ini dari arah Leuweliang, maka curug Cigamea merupakan air terjun pertama kali yang akan anda temui sebelum kelima air terjun lainnya. Lima ? memang benar, kawasan wisata Gunung Salak Endah memiliki objek wisata enam air terjun (Nangka, Luhur, Cihurang, Ngumpet, Sewu dan Cigamea), satu pemandian air panas (Gunung Picung) dan satu wisata kawah (Kawah Ratu).
Untuk menuju ke lokasi air terjun, pengunjung diharuskan berjalan kaki dari areal parkir, melalui jalan menurun +/- 350 meter. Selama dalam perjalanan, setidaknya tercatat tiga air terjun tambahan berada disisi kanan jalan. Masing-masing dengan ketinggan berkisar antara 5 hingga 10 meter namun dengan debit air yang kecil dan berada dibalik rimbunnya daun pepohonan. Kondisi jalan menuju lokasi berupa jalan setapak yang telah terbuat dari batu dan tersusun rapi dalam bentuk susunan anak tangga. Dibeberapa bagian jalan terdapat tempat peristirahatan, untuk melepas lelah sejenak sambil menikmati air terjun dari kejauhan. Warung-warung penjual makanan juga tersedia, siap melayani dengan hidangan sederhana berupa mie rebus atau sekedar secangkir kopi susu panas. Tentunya hal yang tidak bisa kami nikmati mengingat saat itu masih didalam bulan puasa ramadhan 







[navigasi.net] Air Terjun - Cigamea
Kolam limpahan air terjun kedua yang cukup dalam dan luas sehingga bisa digunakan untuk berenang


Setibanya dilokasi, nampak jelas bahwa Curug Cigamea terdiri dari dua buah air terjun utama dengan karakter yang berbeda. Air terjun pertama yang lebih dekat dengan jalan masuk, berupa air terjun dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan warna hitam. Tipe air yang jatuh lebih bersifat percikan air yang langsung melimpah jatuh dari atas cukup deras meskipun nampak jelas tidak sederas/sebesar air terjun kedua. Hal ini pula yang menjadikan alasan kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak luas dan dalam, sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang. Letaknya yang terbuka, memungkinkan pengunjung untuk berada disisi kiri dan kanan dari air terjun.
Air terjun kedua berjarak kurang lebih 30 meter dari air terjun pertama dan berada dicelah tebing. Bebatuan tebing berwarna hitam berpadu dengan corak garis warna coklat kemerah-merahan nampak terlihat jelas dan memberi nuansa sendiri saat melihatnya. Air yang mengalir lebih mirip dengan aliran sungai dengan ukuran lebar yang semakin kebawah semakin melebar dan debit air yang cukup tinggi. Sepintas bila dilihat dari bawah, sumber air yang berada di atas air terjun kedua ini berada sedikit dibawah air terjun pertama, padahal sebenarnya tidak. Dari hasil pengamatan mulai dari masuk lokasi ini, terlihat jelas bahwa air terjun kedua ini memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari air terjun pertama, namun karena tertutup oleh rimbunnya pepohonan dan adanya bagian tanah yang sedikit menjorok kemuka, praktis bagian atasnya tidak bisa dilihat saat berada dibawah lokasi. Asumsi saya, sekitar 50 persen dari tinggi sebenarnya air terjun ini, tidak bisa dinikmati dari bawah lokasi.







[navigasi.net] Air Terjun - Cigamea
pancuran air kecil dari celah bebatuan yang ada pada perjalanan menuju lokasi


Kolam limpahan air yang ada dibawah air terjun kedua ini, memiliki kedalaman dan luas yang cukup untuk sekedar bermain air maupun berenang. Warna air yang biru kehijau-hijauan dibagian tengah kolam menandakan bahwa dibagian tersebut cukup dalam. Bahkan salah seorang pengunjung berusaha memanjat tebing untuk kemudian melompat dari ketinggian 2 meter ke bagian tengah kolam. Cukup ramai pengunjung yang datang pada siang itu. Terkadang tak segan pengunjung pria melepas baju dan celana, hanya memakai pakaian dalam kemudian menyeburkan diri, berenang hingga ke bagian tengah kolam, sementara teman-teman lainnya bersorak-sorai dari tepian kolam 
Curug Cigamea memang menarik untuk dikunjungi baik untuk kelompok kawula muda maupun wisatawan keluarga. Dibadan sungai yang tidak dalam, tampak beberapa anak kecil sibuk bermain air sambil merendam kakinya untuk merasakan kesegaran dan dinginnya air yang ada. Derai tawa menyertai tingkah polah mereka saat sebagian tubuhnya terpecik air oleh siraman teman mainnya. Sayangnya lokasi wisata ini tidak cocok untuk berkemah karena kondisi alamnya yang berupa tebing curam, namun setidaknya menikmati dua air terjun yang berbeda dalam satu lokasi, nampaknya bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjunginya.
TekniK BerMain biLLiard Bagi pEmuLa


ini ada sedikit tips bermain billiard yang tak rangkum dari jaman purba
tentu tulisan ini jauh dari sempurna sebab tulisan ini tanpa referensi manapun
hanya saya dapat dari latian-latian saya

KAKI
1.    Merenggangkan kaki kira-kira satu langkah
2.    Tumpuan badan di belakang pas di pantat kaki kanan
3.    Posisi punggung kaki menghadap kedepan lurus
4.    Jangan lakukan eksekusi ketika kuda-kuda belum sempurna
    Kaki kanan :
1.    Lurus kuat dan jangan menekuk
    Kaki kiri:
1.    Ditekuk seperti kuda-kuda lalu di tarik kebelakang mengikuti tumpuan badan di pantat kaki kanan

BADAN
1.    Punggung badan tegak lurus
2.    Tidurkan badan menyesuaikan dengan datar stik
3.    Posisi dagu kepala harus nempel dengan stik
4.    Tidak boleh gerak sedikit pun kecuali tangan kanan
5.    Mengunci badan saat eksekusi
6.    Setelah eksekusi sejenak badan biarkan mematung min 2 detik

TANGAN
Tangan kanan    :
1.    Luruskan stik dengan lengan tangan
2.    Posisi kepalan tangan lurus dengan tangan
3.    Lengan tangan diangkat setinggi-tingginya sampai otot terasa
4.    Lemaskan tangan untuk menggenggam dan menge-los-kan untuk maju mundurnya stik
5.    Dalam mengayun jangan terlalu dalam atau terlalu maju. Lengan tangan jangan sampai jatuh dan juga jangan sampai  goyang saat mendorong bola
6.    Ketika stik menyentuh bola usahakan jangan sampai tangan kanan mengencang (sering terjadi)

Tangan kiri :
1.    Telapak tangan harus di letakkan kemeja supaya kokoh dan tidak goyang
2.    Jangan terlalu jauh letak antara tangan kiri dengan bola putih, kira-kira satu jengkal
3.    Tangan kuat mengencang
4.    Lengan tangan di puntir kedalem sedikit dan persendian di bengkokan sedikit. Atau tangan jangan terlalu lurus
5.    Menahan stik jangan sampai goyang atau stik keluar jalur ayunan
6.    Jangan melepaskan stik dari tangan langsung (stik tetep di tangan sesudah eksekusi)

STIK
1.    Arahkan stik hingga datar
2.    Jangan menungging kalo tidak terpaksa
3.    Usahakan selalu stabil saat mendorong bola
4.    Berhenti setengah jengkal dari jarak bola putih setelah eksekusi
5.    Setelah eksekusi, stik tetap lurus sesuai dengan titik sasaran bola putih (sering terjadi, arah stik keluar dari alur ayunan pada titik sasaran bola putih)
6.    Selesai eksekusi, stik wajib berhenti (min 1 detik) didepan jangan langsung menarik

AYUNAN   
1.    Mengayun agar stik lurus dan stabil maju mundur
2.    Lakukan ayunan bertempo atau berirama
3.    Jangan terlalu cepat mengayunnya (nikmati ayunan, sekali ayun berhenti sejenak di depan bola putih, kira-kira ½ detik)
4.    Jarak ayunan terjauh jangan terlalu jauh dari bola putih (kira-kira satu jengkal)
5.    Usahakan jarak ayunan terdekat (ujung stik) dengan bola putih sedekat mungkin saat mengayun
6.    Dalam mengayun minimal 4 kali
7.    Berhenti sebentar (1 detik) didekat bola putih setelah mengayun untuk mengukur atau mencari  posisi tembak (pada saat eksekusi)
8.    Setelah berhenti lalu ditarik perlahan dan mendorong bola putih (eksekusi)
9.    Speed saat eksekusi (dalam mendorong) jangan terlalu kencang (jangan di bet atau sentak)
10.    Mengayun dengan keyakinan sehingga menciptakan rasa tajam dan akurat
11.    Ayunan hanya sampai posisi tangan kanan siku-siku 90˚
        http://www.mac.web.id/pics/Picture_1_4.jpg

SENTUHAN
1.    Jangan dipukul tetapi didorong (sekali lagi yah dididorong….didorong …..didorong)
2.    Rasakan bahwa tangan kanan saat mendorong kedepan
3.    Untuk jenis pukulan apapun seperti efek, trek, door dan sebagainya tetep harus didorong. Mengapa…? agar tidak menyentak atau menimbulkan daya kejut.
4.    Usahakan merasakan waktu “mengenut” bola
5.    Speed saat eksekusi (dalam mendorong) jangan terlalu kencang (jangan di bet atau sentak)

EKSEKUSI
1.    Setelah mengayun berhenti sejenak didekat bola lalu tarik stik jangan panjang-panjang dan didorong kedepan
2.    Usahakan tidak ada daya kejut. sering terjadi karena speed terlalu cepat atau kencang saat mendorong bola (eksekusi) jadi harus pelan-pelan agar tidak terjadinya daya kejut (indikatornya ayunan stik masih terlihat dengan mata)
3.    Posisi stik tidak boleh bergeser (lurus)
4.    Gunakan daya sentuhan ketika ujung stik bertemu bola putih
5.    Mendorong bola dengan keyakinan dan keberanian

MATA
1.    Pandangi ujung stik, sasaran bola putih, bola sasaran, lubang.
2.    Wajib dicemati pandangan (garis imajiner atau bayangkan alur lari bola), landasan, stik
3.    Mata harus terbuka lebar-lebar dan jangan berkedip
4.    Mengepaskan titik masuk antara bola putih dan bola sasaran sebanyak 3 kali.
5.    Eksekusi kunci mata focus berada di bola sasaran

lebih lanjut ada di blog saya
oh ya yang kopi paste mohon di kasih nama penulis yah
semoga bermanfaat

Rabu, 19 Mei 2010

Uang, Bank, Dan Penciptaan Uang

 
1.
 PENGERTIAN UANG
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dankemakmuran.
Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.
2. SEJARAH UANG


Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem barter', yaitu barang yang ditukar dengan barang.
Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar.
Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakankebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salaryyang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.
Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas danperak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.
Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas.[rujukan?] Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas.
Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.
3. FUNGSI UANG
S
ecara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedalan menjadi dua: fungsi asli dan fungsi turunan.
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.
4. JENIS – JENIS UANG


Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. 
Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.
          a. Menurut Bahan Pembuatannya 
Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.
Uang logam memiliki tiga macam nilai:
1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.
Sementara itu, yang dimaksud dengan "uang kertas" adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas.
     b. Menurut Nilainya
Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)
Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.
1.2 BANK  
1. DEFINISI BANK
Strategi bank dalam menghimpun dana adalah dengan memberikan penarik bagi nasabahnya berupa balas jasa yang menarik dan menguntungkan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional dan bagi hasil untuk bank yang berdasarkan prinsip syariah. Kemudian penarikan lainnya dapat berupa cendra mata, hadiah, undian, atau balas jasa lainnya, semakin beragam dan menguntungkan balas jasa yang diberikan, maka akam menambah minat masyarakat untuk menyimpan uangnya.
Menurut pasal 1 Undang -  Undang No. 4 Tahun 2003 tentang Perbankan, Bank adalah Bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Sedangkan berdasarkan pasal 1 Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang – Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, Bank didefinisikan sebagai berikut : Bank adalah badan usaha yang menghimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
2. JENIS – JENIS BANK
Berdasarkan pasal 5 Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, terdapat dua jenis bank berdasarkan undang-undang, yaitu :
1.Bank umum adalah : Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dalam usahanya terutama dalam memberikan kredit jangka pendek.
2.Bank Perkreditan Rakya adalah : Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
1.3 PENCIPTAAN UANG
Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan mempengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.
Bank sentral bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang berbeda.
Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali jaminan atas keamanannya.

Selasa, 18 Mei 2010

Struktur Pasar

STRUKTUR PASAR

A. Pengertian dan Fungsi Pasar
          Pasar sebagaimana yang kita ketahui adalah tempat konsumen memperoleh barang atau jasa. Di pasar dapat anda temukan cukup banyak produsen menawarkan barang atau jasa. Anda pergi ke pasar tentu dengan tujuan ingin memperoleh barang atau jasa agar kebutuhan anda terpenuhi. Dengan demikian dalam pandangan produsen pasar adalah tempat untuk menawarkan produk, baik berupa barang maupun jasa. Namun dari segi konsumen , pasar diartikan berbeda. Menurut konsumen pasar adalah tempat diperolehnya berbagai barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen. Dengan demikian, bila disimpulkan pasar adalah suatu mekanisme yang mempertemukan pembeli (konsumen) dengan penjual (produsen) sehingga bisa berinteraksi untuk membentuk suatu kesepakatan harga jual.
Dari definisi di atas dapat kita temukan fungsi pasar. Sebagaimana anda ketahui penjual berinteraksi dengan pembeli untuk membentuk harga jual yang disepakati bersama. Dengan demikian pasar berfungsi untuk menentukan nilai. Misalnya, harga yang disetujui oleh pembeli dan penjual untuk sepasang sepatu Adidas adalah Rp350.000,00 untuk satu kilogram jeruk medan Rp8.500,00, dan lain-lain.
Fungsi berikutnya dari pasar adalah mengorganisasikan produksi. Artinya, barang atau jasa yang masuk ke pasar haruslah menempuh proses produksi yang paling efisien agar bisa bersaing dan mendapatkan keuntungan.
B. Struktur Pasar
Struktur pasar adalah keadaan penting suatu pasar, misalnya jumlah perusahaan, keseragaman produk antarperusahaan, kemudahan keluar-masuk pasar, dan bentuk persaingan.
Struktur pasar dapat dilihat menjadi persaingan sempurna dan persaingan tidak sempurna. Apa dasar pembagian ini? Dasarnya adalah unsur-unsur yang terdapat di suatu pasar. Jika dalam suatu pasar jumlah perusahaan perusahaan banyak, produk homogen keluar-masuk sangat mudah, maka pasar tersebut adalah pasar persaingan sempurna. Jika salah satu cirri penting tersebut tidak terpenuhi pasar tersebut mungkin akan menjadi monopoli atau pasar persaingan tidak sempurna.
1. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)
Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh jumlah produsen dan konsumen sangat banyak dan hamper tidak terbatas.

Ciri-ciri pokok pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.
a) Banyak penjual (perusahaan) dan pembeli
Dalam pasar persaingan sempurna pengaruh individual ( per perusahaan) terhadap penentuan harga relatif kecil. Dengan demikian, penjual individu tidak mempunyai pengaruh terhadap harga penjualan mereka karena harga tersebut ditrntukan oleh kondisi permintaan dan penawaran.
b) Produk-produk homogen (serba sama)
Dalam sebuah pasar persaingan sempurna, produk yang ditawarkan oleh para penjual yang saling bersaing adalah identik. Artinya, produk tersebut secara fisik sama dan menurut anggapan konsumen semua produk tersebut serba sama antara satu dengan yang lainnya.
c) Pasar yang bebas dimasuki dan ditinggalkan
Oleh karena seorang produsen/penjual hanya menghasilkan sebagian kecil saja dari barang/jasa yang ditawarkan, maka produsen dapat saja meniggalkan pasar dengan mudah atau memasukinya kemali.
d) Konsumen mengetahui kondisi pasar
Kondisi pasar diketahui oleh konsumen sangat baik sehingga konsumen tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kondisi pasar tersebut.
e) Faktor-faktor produksi bergerak bebas
Faktor-faktor produksi dalam persaingan sempurna dapat bergerak dengan bebas karena banyaknya jumlah penjual/produsen.
f) Tidak ada campur tangan pemerintah
Harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran sehingga pemerintah tak dapat campur tangan dalam menentukan harga tersebut.

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Market Competition)
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang jumlah penjual dan pembeli tiak sebanding atau tidak seimbang. Kemungkinan yang terjadi adalah pasar dikuasai oleh satu penjual atau beberapa penjual, sedangkan pembelinya juga satu atau beberapa pembeli yang menguasai pasar.
Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak senpurna adalah sebagai berikut.

 MONOPOLI
Monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh hanya ada satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli/konsumen. Monopolis walaupun tidak mendapat atau memiliki pesaing, belum tentu ia mampu mencetak keuntungan yang besar karena mungkin saja struktur biaya produksinya berada diatas harga pasar yang terbentuk.
Sebab-sebab tumbuhnya monopoli adalah sebagai berikut.
1) Lindungan hokum, yaitu diperolehnya hak paten untuk suatu produk.
2) Pemberian lisensi oleh pemerintah untuk berusaha secara tunggal, contoh PDAM.
3) Memiliki modal yang sangat besar sehingga tak dapat disaingi oleh perusahaan lainnya.
4) Menguasai bahan mentah yang cukup strategis seperti berlian.
5) Diperoleh secara alamiah karena produknya sangat digemari konsumen.
6) Pasar tidak luas hanya ada satu penjual yang dapat melayani konsumen secara optimal.
Monopoli menyebabkan beberapa kerugian bagi masyarakat, yaitu
1) Ketidakadilan, karena monopolis akan memperoleh keuntungan diatas keuntungan normal.
2) Volume produksi ditentukan oleh monopolis,sesuai dengan keuntungan yang ingin diperolehnya.
3) Terjadi eksploitasi oleh monopolis terhadap konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi.
Pemerintah dapat mencegah atau mengurangi kerugian yang disebabkan oleh pelaku monopoli dengan cara berikut.
1) Mencegah munculnya monopoli dengan undang-undang antimonopoly.
2) Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan yang mampu menyaingi monopolis.
3) Membuka impor untuk barang yang diproduksi oleh monopolis.
4) Campur tangan pemerintah dalam penentuan produksi dan penentuan harga.

 OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.
Ciri-ciri pasar oligopoli :
1) Terdapat beberapa penjual/produsen yang mengasai pasar.
2) Barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (differentiated product).
3) Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan diluar pasar untuk masuk kedalam pasar.
4) Satu diantara oligopolis merupakan market leader, yaitu penjual yang memiliki pangsa pasar yang terbesar.
Dampak negatif oligopli terhadap perekonomian
1) Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.
2) Timbul inefisiensi produksi.
3) Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.
4) Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang mynculnya inflasi yang kronis.
Kebijakan dalam mengatasi oligopoli
1) Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru ke dalam pasar untuk menciptakan persaingan.
2) Diberlakukannya undang-undang anti kerjasama antarprodusen.

MONOPOLISTIK
Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran dimana terdapat sejumlah besar penjual/produsen yang menawarkan barang yang sama, namun masing-masing memiliki ciri-ciri khusus.
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik adalah :
1) Terdapat banyak penjual/produsen di pasar.
2) Barang yang diperjualbelikan merupakan differentiated product.
3) Para penjual memiliki kekuatan monopolis atas barang produksinya sendiri. Oleh karena itu, harus memperhitungkan persaingan dengan barang-barang lain yang sama, tetapi berbeda corak.
4) Untuk memenangkan persaingan setiap penjual/produsen aktif melakukan promosi/iklan.
5) Keluar-masuk pasar relatif mudah dibandingkan dengan pasar monopoli dan oligopoli.
Keadaaan pasar disini mengandung usur monopoli dan sekaligus unsure persaingan, maka disebut pasar persaingan monopolistik. Barang/jasa yang ada dewasa ini kebanyakan interaksi antara permintaan dengan penawaran yang menunjukkan pola pasar persaingan monopolistic dan bentuk pasar inilah yang paling mendekati kenyataan yang ada.

Senin, 03 Mei 2010

Perilaku Konsumen Dan Perilaku Produsen

Dalam sebuah perekonomian ada yang berperan sebagai produsen dan konsumen.
Setiap orang pasti selalu menjadi seorang konsumen tetapi tidak semua orang mampu
menjadi seorang produsen.  Produsen dan konsumen mempunyai perilaku sebagai konsumen dan produsen itu sendiri.
Perilaku konsumen pada dasarnya tindakan seseorang dalam mengalokasikan penghasilannya yang terbatas jumlahnya untuk mendapatkan barang dan jasa agar memberikan kepuasan yang maksimum.
Sementara perilaku produsen juga merupakan tindakan seseorang/ badan dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi (faktor produksi) untuk menghasilkan barang atau jasa secara efisien. Dengan efisiensi yang dilakukan, maka akan memberikan keuntungan kepadanya secara maksimal.

Perilaku Konsumen 


Pengertian dari Perilaku Konsumen :
Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.
Di bawah ini pengertian Perilaku Konsumen menurut beberapa ahli :
James F Engel et al (1994)
Tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk roses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Engel, et.
Istilah perilaku Konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, enggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan
Schiffman dan Kanuk (1994)
memuaskan kebutuhan mereka. Perilaku konsumen adalah proses keputusan dan aktivitas fisik individu yang terlibat dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan, atau memberikan barang dan jasa yang diperolehnya.
Kotler dan Amstrong (1997)
perilaku konsumen sebagai perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun rumah tangga, yang membeli produk untuk konsumsi personal.
Mullen dan Johnson (1990)
Perilaku Konsumen sebagai pengkajian dari perilaku manusia sehari-hari.
Winardi (1991)
perilaku konsumen sebagai perilaku yang ditujukan oleh orang-orang dalam merencanakan, membeli, dan menggunakan barang-barang ekonomi dan jasa.
Ujang Sumarwan (2000)
secara sederhana, studi perilaku konsumen meliputi hal-hal sebagai berikut, Apa yang dibeli konsumen? (what they buy?), mengapa konsumen membelinya? (why they buy it?), kapan mereka membelinya? (when they buy it?), dimana mereka membelinya? (where they buy itu?), berapa sering mereka membelinya? (how often they buy itu?), berapa sering mereka menggunakannya? (how often they use it?)
Pendekatan Perilaku Konsumen

 Pendekatan Kardinal/Marginal Utility
Meskipun pendekatan guna cardinal seperti diketengahkan di atas mempunyai kelemahan berupa tidak realistis asumsi dapat diukurnya kepuasan seseorang,namun dari segi lain,pendekatan cardinal ini mempunyai kelebihan tersediri.Adapun salah satunya kelebihan yang paling menonjol ialah berupa lebih mudahnya isi konsepsi cardinal untuk diselami,khususnya bagi mereka yang pertama kali mudah dimengerti mengapa dalam kebanyakan buku teks menggunakan pendekatan cardinal yang mandahului uraian mengenai teori konsumen yang menggunakan pendekatan ordinal.Sebelumnya asumsi – asumsi yang mendasari pendekatan cardinal disebutkan dan diuraikan secara eksplisit .Disamping itu asumsi rasionalis dan pengetahuan yang sempurna seperti telah disinggungkan di depan,asumsi – asumsi dibawah ini merupakan asumsi – asumsi dasar yang khas untuk teori konsumen yang menggunakan pendekatan cardinal yaitu :
• Asumsi bahwa guna barang – barang atau jasa – jasa konsumsi dapat diukur
• Asumsi guna batas uang yang konstan dan guna batas barang – barang konsumsi yang menurun
• Asumsi bahwa anggaran pengeluaran rumah tangga konsumen sama sebesar pendekatan yang diterimanya
• Asumsi guna total yang mempunyaii sifat aditif.
Asumsi bahwa uang mempunyai guna batas yang konstan diperlukan dalam hal satuan uang dipakai sebagai alat ukur kepuasan tersendiri.Nanti akan kita saksikan bahwa pemakaian asumsi ini mempermudah kita menerangkan syarat – syarat ekuilirium konsumen.
• Pendekatan Ordinal/Indifference Curve
Berikut ini beberapa anggapan yang digunakan dalam pendekatan ordinal antara lain,yaitu :
• Completeness ( kesempurnaan )
• Consistensi ( keajengan )
• Non satiation (ketidak bosanan )
Anggapan pertama,kesempurnaan diartikan bahwa kalau seorang konsumen menghadapi pilihan barang ( komodity ) mana yang harus dipilih dalam jumlah berapa,maka ia akan dapat memutuskan apakah ia lebih menyukai atau sama saja (indifferent).Dengan perkataan lain,suatu perkumpulan kombinasi barang dan jasa yang dapat memberikan kepuasan seseorang konsumen akan menentukan kombinasi mana yang harus ia lebih sukai atau kombinasi mana yang menghasilkan kepuasan yang sama.Anggapan konsistensi ini berarti bahwa seseorang konsumen dalam menentukan pilihannya harus konsistensi.Sedangkan anggapan yang ketiga berarah kenegatif yang berarti bahwa untuk mendapatkan suatu barang lebih banyak yang harus mengurangi jumlah barang jika konsumen ingin mempertahankan tingkat yang sama kepuasannya.Itulah sekiranya yang dapat dijelaskan perihal tentang Prilaku konsumen secara pendekatan cardinal ataupun pendekatan ordinal.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
Konsumsi mengandung pengertian kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna barang atau jasa. Ini dilakukan oleh setiap orang dalam usaha memuaskan kebutuhannya secara langsung. Barang atau jasa yang dikonsumsi oleh setiap orang berbeda.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi seseorang, antara lain :
a.       a. Pendapatan
1)      Besar atau kecilnya pendapatan
2)      Pendapatan yang mungkin diterima dimasa yang akandatang.
3)      Pendapatan tertinggi yang pernah dicapai pada masa Lampau.
4)      Tingkat Bunga
b.      b. Harga Barang dan jasa
c.       c. Adat Istiadat dan Kebiasaan Konsumen
d.      d. Barang Subtitusi
e.       e. Jumlah Penduduk
f.        f.  Banyaknya barang konsumsi yang tahan lama dalam masyarakat
g.     g.   Ramalan/dugaan masyarakat akan adanya perubahan hargah.  Selera Konsumen

Perilaku Produsen

Produsen dan Fungsi produksi
Produsen
Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.
Fungsi Produksi
Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan seiring dan seirama dan dapat dihindarkan benturan – benturan kepentingan antar bagian dalam perusahaan.
Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :
1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga
Jumlah produk yang dihasilkan haruslah direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akanmengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.
Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.
Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :
1. Perenganaan Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5. Perencanaan Bahan Baku
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas