Selasa, 28 September 2010

komik yang saya rekomendasikan untuk anda yang suka baca komik

aloww gan, . saat saya berada di zaman SD sampai SMA dan sampe sekarang, saya udah suka baca komik. tentunya bukan sembarangan komik, karena hanya yang berkualitas dari segi artwork dan ceritanya saja yang saya baca.
nah, berikut ini ada komik yang saya rekomendasikan bagi beberapa orang yang suka komik.

Death Note

artwork oleh Takeshi Obata. cerita oleh Tsugumi Ohba.
artwork dari seorang Obata-sensei sangatlah baik dan berkualitas. memiliki detail yang terperinci dan proporsi gambar yang tepat. namanya sudah menjadi jaminan kualitas komik yang digambarnya. ini bisa dilihat dari manga yang digambarnya sebelum Death Note, yakni Hikaru no Go.
cerita Death Note yang ditulis oleh Ohba-sensei memiliki sebuah kekuatan pada betapa kompleksnya cerita yang ia garap. penggabungan antara suatu fiksi dengan cerita detektif yang nyata. sebuah cerita yang tersimpan kejutan-kejutan menarik dari pergulatan karakter-karakternya.

Uchiha-R mempersembahkan Cerita Death Note berawal ketika Light Yagami (Raito Yagami) menemukan sebuah buku yang ternyata milik Shinigami (Dewa Kematian) bernama Ryuk (Ryuku). Di dalam Death Note milik Ryuk, terdapat cara menggunakan Death Note yang ditulis olehnya sendiri. Death Note ini kemudian digunakan untuk mewujudkan idealismenya yaitu untuk menciptakan dunia baru yang bersih dari kejahatan, dengan dirinya sebagai Dewa.
Kemudian Death Note ini dia gunakan untuk membunuh para kriminal. Mendapatkan data para kriminal dari televisi maupun mencuri data kepolisian pusat (ayahnya, Shoichiro Yagami adalah seorang polisi). Ternyata tindakannya ini mengundang berbagai reaksi, baik dari masyarakat, para petinggi Jepang, bahkan dari para petinggi internasional. Kebanyakan masyarakat setuju dengan tindakan pembersihan dunia itu, namun para petinggi tidak menyetujuinya karena tindakan tersebut bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.

Cerita

Yagami Light (Yagami Raito) adalah seorang anak jenius. Ia selalu mendapatkan nilai sempurna dalam pelajaran dan juga olah raga, kejeniusannya ini sangat istimewa. Ia juga mampu lulus ujian tes di Universitas Tokyo. Tak akan ada orang yang mengira kalau dia menemukan sebuah buku yang dijatuhkan oleh Shinigami Ryuk (Ryuku) yang ternyata buku itu punya kemampuan menghilangkan nyawa orang lain, dengan beberapa syarat, yaitu apabila ia mengetahui wajah orang tersebut, dan namanya ditulis dengan benar. Dan apabila ia menyebutkan detail kematiannya, maka akan terjadi, namun apabila tidak bisa dilakukan maka secara otomatis orang yang dituliskan namanya itu akan mati sakit jantung.
Dan dengan berbekal Death Note inilah akhirnya Yagami Raito menamai dirinya sebagai Kira, seorang dewa yang akan membuat perubahan dengan membunuh seluruh para kriminal di muka bumi. Namun aksinya ini dihalang-halangi oleh seorang detektif hebat bernama L. Itupun setelah seluruh anggota FBI yang dikirim untuk menyelidiki Kira dibunuh semuanya oleh Raito, bahkan kemudian Raito sendiri mulai menyingkirkan orang-orang terdekatnya.
Misi Raito cuma satu, yaitu untuk membuat sebuah dunia baru yang tidak ada kejahatan dan ia sebagai pemimpinnya, sedangkan L menganggap cita-cita Raito itu adalah tindakan sadis dan psyco, pembunuh berdarah dingin yang menghilangkan nyawa orang lain seenaknya. Di tengah cerita pun nanti muncul tokoh-tokoh seperti Shinigami-Shinigami yang lainnya yang mengambil peran di cerita ini.


Karakter

  • Yagami Light (Yagami Raito) / Kira
  • L
  • Ryuku (The Death God)
  • Misa Asame (Misa-Misa)
  • Remu (The Death God)
  • Near
  • Mello
  • Teru Mikami
 siphh ga komiknya???

Merawat Stik Billiard

Merawat Stik Billiard

Merawat Stik

Merawat stik billiard sebenarnya gampang-gampang susah. Tergantung bagaimana cara kita melakukannya saja.
Stik billiard biasanya ada dua jenis (dilihat dari material). Ada stik kayu dan ada juga stik dari bahan fiber.
Kedua jenis stik ini pasti berbeda dalam hal perawatan.
Biasanya yang membutuhkan perawatan extra itu adalah stik kayu (shaftnya terbuat dari kayu).
  • STIK KAYU
Untuk stik kayu, perlu diperhatikan kalau stik kayu itu paling anti terhada air.Jadi, jangan biarkan stik anda berada dalam keadaan basah ataupun lembab. Stik kayu juga tidak tahan terhadap panas yang berlebih. Panas dan lembab ini akan membuat stik jadi bengkok atau tidak lurus lagi.
Stik kayu juga mudah kotor. Untuk membersihkannya disarankan menggunakan produk-produk yang memang khusus disediakan untuk membersihkan shaft, misalnya Tiger Cleaner, Q Clean, dll. Silahkan dicari di tempat billiard atau toko sport.
Stik kayu juga sering terasa “tidak licin” karena sering dipakai.
Nah untuk menyiasatinya, tersedia juga berbagai produk untuk kembali melicinkan shaft seperti Q Wiz. Berbentuk seperti amplas yang sangat halus. Tinggal digosok-gosokkan saja ke bagian shaft dari stik kita.
  • STIK FIBER
Untuk stik fiber sendiri sebenarnya perawatannya hampir sama dengan kayu. Hanya berbeda saat membersihkan saja.
Stik fiber jika selesai dipakai harus langsung di lap dengan menggunakan lap lembab dan langsung dilap kembali memakai lap kering.
Stik fiber lebih tahan terhadap lembab/panas dibandingkan stik kayu jadi tidak mudah bengkok.
Tetapi jika stik fiber sudah bengkok, maka akan susah untuk meluruskannya kembali.

Yang paling penting adalah tumbuhkan rasa “memiliki” pada stik kita.
Bagaimanapun, stik itu ibarat senjata saat kita berperang.
Hehehe.
Selalu jaga cara bermain kita, jangan sampai menjurus ke gaya permainan yang dapat menyebabkan stik menjadi rusak.

air terjun _ _ curug Luhur

 Sekedar  ReKomendasi tempat wisata....

Kurang lebih 1 - 2km ke arah Timur dari Curug Nangka terdapat satu buah air terjun yang cukup terkenal di wilayah Kab. Bogor dengan nama Curug Luhur. Lokasi Curug Luhur ini terletak persis disamping jalan raya kawasan Bogor - Gunung Salak Endah, sehingga untuk bertandang kelokasi ini, bisa menggunakan angkutan umum dan mungkin hal ini pulalah yang menyebabkan Curug Luhur cenderung ramai dikunjungi wisatawan.
Perjalanan dari areal parkir menuju lokasi curug sangatlah mudah dan telah dibuatkan dalam bentuk undakan semen yang menurun hingga ke lokasi. Praktis banyak wisatawan dalam berbagai usia mendatangi curug ini, mengingat tidak diperlukan stamina yang cukup besar untuk mencapai lokasi wisata. Berbagai bangunan nampaknya sedang dibangun guna mendukung sarana dan prasarana, suatu hal yang menunjukkan tingkat kepedulian yang cukup tinggi dalam upaya pengembangan curug ini. Namun nampaknya areal perkemahan tidak tersedia disini, mengingat area terbuka dan datar yang ada sepertinya kurang cukup luas.







] Air Terjun - Curug Luhur
Curug Luhur


Mendekati lokasi utama Curug Luhur terdapat sederet limpahan air yang mengalir secara deras pada dinding tanah dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Limpahan air ini mirip air terjun mini yang bisa digunakan pengunjung untuk membasuh tangan atau kaki sambil menikmati kesegaran air khas pegunungan. Air terjun mini tersebut ditampung pada sebuah parit kecil yang akhirnya akan menyatu dengan limpahan air Curug Luhur pada sungai yang ada di bagian tengah bawah area.
Curug Luhur, seperti halnya Curug Nangka memiliki dua buah air terjun utama, bedanya bila di Curug Nangka letaknya terpisah, sedangkan di Curug Luhur letaknya sejajar. Air yang melimpah di Curug Luhur ini pun cukup deras, meskipun musim kemarau belum berakhir saat penulis mengunjungi lokasi wisata ini. Konon, sebenarnya cuman ada satu air terjun di kawasan ini, namun penduduk setempat membuat cabang baru pada aliran sungai dan membelokkannya sehingga tercipta air terjun baru. Dikarenakan letak air terjun yang baru itu sedikit lebih tinggi, maka air yang mengalirpun tidaklah sederas air terjun utama, namun demikian telah mampu memberikan panorama tambahan yang menarik pada objek wisata ini.







[navigasi.net] Air Terjun - Curug Luhur
Deretan air terjun mini


Bila ingin menimati curug namun enggan diterpa sinar matahari, disekitar curug juga terdapat tempat-tempat berteduh . Umumnya tempat-tempat semacam ini didominasi oleh pasangan muda-mudi yang sedang dilanda asmara untuk berbagai cerita dan janji
Terkadang tak jarang pula para pengunjung menceburkan diri ke kolam yang cukup besar yang terletak dibawah curug tersebut untuk sekedar berendam membasahi tubuh atau berenang-renang kecil antar tepian kolam. Dilokasi ini banyak terdapat kolam buatan yang airnya sengaja dibuat melimpah ruah, sehingga bunyi derasnya aliran air yang mengalir dan akhirnya menyatu kesebuah sungai sangatlah dominan mewarnai objek wisata Curug Luhur.

Senin, 27 September 2010

FuNGsi BahAsa

  Bab I
FuNGsi BahAsa

   Pada umumnya masyarakat mengetahui bahwa bahasa adalah alat komunikasi. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Wardhough yang dikutip oleh Chaer (1995:19) bahwa “Fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia, baik tertulis maupun lisan”. Fungsi bahasa yang dikemukakan oleh Wardhough itu merupakan fungsi bahasa secara umum. Terdapat beberapa fungsi bahasa secara khusus bergantung pada orang yang menggunakan bahasa itu. Dengan demikian, fungsi – fungsi bahasa secara khusus dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topik, kode dan amanat pembicaraan.  http://www.fauzibowo.com/images/tokoh/besar/102038-09535905092007@bahasa-2.jpg 

     Dilihat dari sudut penutur, bahasa berfungsi pribadi atau personal. Maksudnya, penutur akan berkata sesuai dengan keadaan emosinya, dalam keadaan senang, sedih, atau marah. Hal tersebut, bisa dilihat dari isi dan cara bicara.

Dilihat dari segi pendengar, bahasa itu berfungsi direktif. Maksudnya, pembicara mengharapkan suatu tindakan dari pendengar. Hal tersebut bisa dilihat dari jenis kalimat – kalimat yang digunakannya, seperti kalimat perintah, imbauan, larangan, permintaan, pertanyaan, dan rayuan.
Dilihat dari kontak antara penutur dan pendengar, bahasa berfungsi fatik; Maksudnya, penutur dan pendengar sebelum mengadakan komunikasi sudah terjalin hubungan emosional. Hal tersebut bisa dilihat pada waktu orang akan berjumpa dan berpisah. Mereka biasa mengatakan kata – kata yang khas, seperti kata “apa kabar”, “selamat jalan”. Ungkapan – ungkapan fatik ini biasa bersamaan dengan gesture.
Dilihat dari segi topik ujaran, bahasa berfungsi referensial. Bahasa digunakan untuk membicarakan objek dan peristiwa yang ada di sekeliling penutur, selain untuk menyatakan isi hati nurani si penutur atau untuk mengungkapkan hal – hal yang ada dalam benak si penutur (Chaer, 1995:21).
Dilihat dari kode yang digunakan, bahasa berfungsi metalingual. Maksudnya, bahasa digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri (Chaer, 1995:21). Bahasa digunakan tidak hanya untuk membicarakan politik, ekonomi, dan budaya saja, tetapi juga digunakan dalam proses pembelajaran bahasa, kaidah – kaidah bahasa atau aturan – aturan bahasa dijelaskan dengan bahasa.
Dilihat dari segi amanat yang akan disampaikan, bahasa berfungsi imaginative. Bahasa dapt digunakan untuik menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan, baik itu hal – hal yang sebenarnya maupun Cuma rekaan atau khayalan (Chaer, 1995:22). Daya imajinatif ini bisanaya berbentuk karya – karya seni yang mengandung nilai estetika seperti puisi, porsa, drama, lelucon, dan dongeng. Tujuan karya – karya tersebut untuk menyenangkan pembaca atau pendengar.


Bab II
 RaGam Dan LaRas BaHasA 

1. Ragam Dan Laras Bahasa 

Ragam  Bahasa   adalah    variasi    bahasa    menurut     pemakaian, yang berbeda-beda menurut  topik yang dibicarakan, menurut     hubungan  pembicara, kawan bicara, orang  yang dibicarakan, serta menurut   medium    pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa   yang oleh   penuturnya   dianggap sebagai   ragam   yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang   biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana    resmi, atau di dalam surat menyurat   resmi (seperti surat dinas) disebut    ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Menurut    Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu   masalah   penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan   resmi   d igunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.
Ditinjau   dari    media   atau     sarana   yang   digunakan   untuk   menghasilkan    bahasa, yaitu (1) ragam bahasa lisan, (2) ragam bahasa    tulis. Bahasa    yang   dihasilkan    melalui    alat     ucap (organ of speech) dengan    fonem    sebagai    unsur dasar    dinamakan   ragam    bahasa    lisan, sedangkan   bahasa   yang dihasilkan    dengan   memanfaatkan    tulisan    dengan    huruf    sebagai     unsur     dasarnya, dinamakan     ragam bahasa    tulis. Jadi    dala m   ragam    bahasa    lisan, kita berurusan   dengan    lafal, dalam    ragam    tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan). Selain    itu aspek    tata    bahasa    dan   kosa    kata    dalam kedua jenis ragam    itu    memiliki    hubungan    yang     erat. Ragam   ahasa   tulis    yang    unsur dasarnya    huruf, melambangkan    ragam    bahasa    lisan. Oleh    karena    itu, sering   timbul     kesan   b ahwa   ragam    bahasa lisan dan tulis   itu sama. Padahal, kedua jenis    ragam    bahasa    itu     be rkembang    menjadi s  istem    bahasa yang     memiliki s    eperangkat     kaidah    yang    tidak     identik     benar, meskipun    ada    pula     kesamaannya. Meskipun    ada     keberimpitan    aspek    tata    bahasa   dan    kosa     kata   masing-masing    memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari yang lain.
Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan :

1.Media  pengantarnya   atau    sarananya, yang    terdiri atas :

a.Ragam lisan.

b.Ragam tulis.

Ragam lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya.

Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.

2. Berdasarkan situasi dan pemakaian


Ragam bahasa baku dapat berupa : (1) ragam bahasa baku tulis dan (2) ragam bahasa baku lisan. Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.

Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsurdi dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.

Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis.Kedua ragam itu masing-masing, ragam tulis dan ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang berbeda.

Contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata) :

1.Tata Bahasa

(Bentuk kata, Tata Bahasa, Struktur Kalimat, Kosa Kata)

a.Ragam bahasa lisan :
-Nia sedang baca surat kabar
-Ari mau nulis surat
-Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu.
-Mereka tinggal di Menteng.
-Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
-Saya akan tanyakan soal itu

.

b.Ragam bahasa Tulis :
-Nia sedangmembaca surat kabar
-Ari mau menulis surat
-Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
-Mereka bertempat tinggal di Menteng
-Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
-Akan saya tanyakan soal itu.